Pesan Sang Sahabat Pena


 

Assalamualaikum wr.wb. 

Teman-temanku ..

     Pernahkah kalian kesusahan ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan soal ketika sedang ujian?... Kenapa bisa terjadi?...  Apakah karena kalimat soal yang terlalu panjang, sehingga kita kesusahan memahami soal, atau... karena tidak belajar.  Itu semua bisa terjadi karena kemampuan memahami bacaan yang belum maksimal. Dan!! itu terjadi karena kita belum maksimal melatih kemampuan membaca kita. Ini adalah salah satu dampak jika kita tidak membiasakan membaca. 

Teman-temanku yang berbahagia, 

Buku adalah jendela dunia, dengan membaca kita bisa menjelajah dunia.Itu adalah slogan yang kerap kita dengar dimanapun, terutama di perpustakaan. Tidak ada yang salah, namun sayangnya slogan tersebut hanya dipergunakan sebagai penghias semata. Pada kenyataannya, minat baca masih memiliki tingkat kesadaran yang rendah.

        Membaca merupakan bekal bagi kita untuk masa depan kita sendiri. Dengan membaca, pengetahuan tentu akan bertambah. Bagaimana tidak ?... Semua yang ada di dunia ini bisa kita ketahui hanya dengan menggengam sebuah buku yang kita baca. Misalnya, ada teman kita yang baru pulang setelah berlibur di Pulau Bali, lalu dia bercerita tentang keindahan Pulau Bali. Jika kita sudah pernah membaca buku yang menceritakan tentang Pulau Bali, tentu kita akan menyambut cerita tersebut dan kita akan bisa dengan mudah memahami ceritanya. Walaupun kita belum pernah ke sana,,,,bayangkan jika kita tidak tahu sama sekali. Tentu kita hanya bisa mengangguk dan hanya menjawab dengan kata "oohh... Iya ya... , masak sih...?

        Setelah mengetahui pentingnya membaca, alangkah baik apabila kita meningkatkan minat kitauntuk membaca. Namun ketertarikan terhadap membaca bukanlah hal yang dapat timbul secara tiba-tiba. Tetapi membutuhkan waktu dan latihan secara terus-menerus. Oleh karena itu minat membaca ini harus diawali sejak dini, agar kita terbiasa dan tentu saja memperoleh manfaat yang besar pula.

Teman-temanku yang berbahagia, 

        Ketika kita disekolah waktu istirahat banyak teman kita yang duduk-duduk berkerumunan dihalaman, dikantin, dikoperasi, dan ditempat-tempat yang lainnya. Coba tengok, mereka pasti lagi ngobrol suatu hal yang tidak jelas. Kita memang lebih senang mengobrol ke sana ke mari daripada membaca dan menulis.Waktu terus berjalan, tapi tidak banyak  pengetahuan baru yang bisa diserap.

        Coba hitung waktu yang kita habiskan untuk menonton televisi, komentar di WA, Facebook atau di Twitter dan bermain game. Ambil separuh dari waktu untuk membaca dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Dari kelas 1 SD kita sudah mendapatkan pelajaran Bahasa Indonesia, di dalam pelajaran  Bahasa Indonesia diajarkan keterampilan membaca, menulis, mendengar dan bercerita tentu itu semua akan menjadi bekal kita dalam menulis.

        Salah satu cara yang mudah  untuk membantu kita agar terlatih  menulis adalah dengan membuat buku kejadian, yaitu berupa kumpulan cerita dari berbagai kejadian yang kita alami. Mencatat kejadian harian, mingguan atau kejadian istimewa yang kita alami.

        Aktivitas menulis dapat membuat seseorang lebih cerdas. Menurut pakar jurnalisme di Florida, Amerika Serikat bernama Prof. Gerald Grow bahwa di dalam aktivitas menulis terkandung proses kecerdasan seperti, kecerdasan sosial, (kecerdasan sosial yaitu mudah memahami perasaan orang lain, contohnya seperti menjalin komunikasi antar teman), kecerdasan naturalis (kecerdasan naturalis adalah kemampuan mengenali dan mengamati lingkungan alam) selain itu juga ada kecerdasan bahasa, kecerdasan logika, dan masih banyak kecerdasan yang lainnya. Dengan demikian, berlatih menulis sejak dini akan membuat sesesorang lebih cerdas, baik di masa kanak-kanak maupun saat dewasa.

        Secara langsung orang yang sering menulis akan memerlukan banyak bacaan untuk memperkaya tulisannya. Karena memang keterampilan menulis harus sejalan dengan keterampilan membaca. Itu sebabnya anak yang sudah terbiasa membaca akan menambah perbendaharaan katanya sehingga akan lebih mudah untuk merangkai kata-kata dibandingkan dengan anak yang tidak gemar membaca. Dari sini dapat disimpulkan bahwa cara agar bisa menulis dengan baik adalah rajin-rajinlah membaca. Dengan kebiasaan tersebut, keterampilan menulis  akan meningkat dengan sendirinya.

 

Jadi tunggu apa lagi, mulailah dari sekarang!!

 

Mari budayakan membaca agar kita terampil dalam menulis dan berkarya untuk orang lain.

 wassalamualaikum wr.wb.

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kumpulan Pidato Anak Islami

Kumpulan Pidato Anak Islami

Gerakan Fatayat Menulis